Minggu, 26 April 2015

bangunan yang ditinggalkan

Ditempat ini, tempat dimana mengalir indah janji dan harapan, kepedihan dan kebahagiaan melebur menjadi satu bersama debu dan bau tubuh yang melayang dilangit-langit.

Tembok ini terbiasa menyaksikan keperihan, dimana dulu sang penghuni begitu enggan beranjak dari singgasananya, menahan lapar dan menyembunyikan makanan hasil curian.

Tempat yang dulu menjadi istananya, tempat yang dulu diisi penuh harapan.

Tempat ini sekarang usang dan berdebu, kosong dan berkarat.. ditinggalkan pemiliknya yang telah memiliki istana baru, dengan kemewahan dan permaisuri baru.

Tempat inilah satu-satunya pengingat keperihan, dimana tidak sedikitpun meninggalkan rasa rindu dan rasa ingin kembali. Tempat ini hanyalah kenangan pahit yang sulit ditelan dan dicerna.

Tempat ini hanyalah saksi bisu yang menyaksikan kesedihan, keterpaksaan, dan kebahagiaan semu.

Tidak ada alasan untuk kembali.. tidak ada alasan untuk dikenang.. tidak ada alasan untuk menepati janji.

Tempat ini.. ya tempat ini sekarang menjadi milikku.

Akulah sang penghuni baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar