Senin, 07 April 2014

Aku dan Masa Lalu

Kembali ke kampung halaman, kembali bertemu masa lalu yang dorman selama kutinggalkan. Mereka menyeruak seperti debu tebal diatas sebuah meja yang tidak tersentuh ratusan tahun, yang kemudian tertiup angin besar dalam satu tiupan, membuat gumpalan besar diudara terhirup paru-paru yang membuat sesak dan menusuk mata hingga mengeluarkan air mata.

Belum berani aku pulang menyapa orang tuaku di pinggiran kota "Bandung" di lereng gunung "Tangkuban perahu" yang asri dengan udara serta air dingin yang menusuk hingga ke tulang. 

Bis Damri yang ku tumpangi melaju di jalan tol yang disisi kiri dan kanannya dihiasi hamparan sawah kekuningan siap panen. Sesekali kulihat pak tani memaksa kerbaunya membajak tanah kosong pada satu petak tanah yang telah selesai dipanen. 

Pintu tol "Moch. Toha" lengang kali ini, orang-orang telah menghabiskan liburan panjangnya di kota ini minggu lalu untuk sekedar shopping, memuaskan hasrat makan yang tak pernah habis di jelajahi  atau mengunjungi tempat rekreasi buatan yang tersebar hampir disetiap pelosok kota. 

Bis melaju lambat menuju perempatan "Moch. Toha", lampu merah dengan layar angka yang menghitung mundur menunjukan angka 13, memberikan waktu beberapa motor dan mobil memacu kendaraannya dari arah "Buah-batu" menuju "Leuwi-panjang" dijalan "Soekarno-Hatta". Persimpangan ini adalah Titik pertemuan antara jalan "Moch. Toha" yang kulewati dari arah Tol menuju Alun-alun kota dan Jalan "Soekarno-Hatta"

Kupandangi satu persatu kendaraan yang melewati kami, tidak ada yang berubah selain jumlah motor yang bertambah banyak, tidak pula ada yang istimewa dengan persimpangan ini selain nama jalan Soekarno hatta, jalan By pass yang membentang membelah selatan kota "Bandung" menghubungkan Kota "Cimahi" menuju kota "Sumedang" dengan akses jalan tol dibeberapa titik.

Jalan yang menghantuiku bertahun-tahun, setelah tidur panjang yang tak pernah aku sadari.
Jalan yang menyadarkanku kepada ke-egoisan masa muda yang merenggut tawa riang seorang pria muda yang datang jauh dari luar kota untuk merayakan ulang tahun kekasihnya.
Jalan yang membuatku menyadari arti pentingnya setiap orang di sekitarku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar