Senin, 24 Maret 2014

Tarian liar diatas cliff-top

Matahari mengintip disela-sela pohon sekitar kami ketika kami kembali mengunjungi bangunan tua penuh coretan yang mulai menjadi tempat terbaik kami.
Baju tanpa lengan berwarna biru elektrik yang ku kenakan menari-nari disapu lembabnya angin laut pagi ini.
Nana berlari menapaki satu persatu tangga tanpa menoleh kebelakang, menyongsong matahari pagi yang mulai menampakan diri.
Pagi ini, roof-top sepi, hanya aku dan Nana, kali ini Nana tidak melompat dan menaiki tembok penghalang bangunan ini, dia sedikit khawatir dengan perutnya yang sedikit membuncit setelah sarapan kita pagi ini, nasi Campur yang kita beli disebuah warung nasi pinggir jalan di daerah Pecatu.
Aku memperhatikan Nana yang sibuk melakukan sit-up dengan kaki yang bertumpu pada sebuah tiang bekas menghadap laut lepas,

Tiba-tiba teman-teman kecilku mengajak pada sebuah petualangan seru dialam khayal.

"Ku tanggalkan semua kain yang melekat ditubuh, kemudian menari liar membiarkan semua keringat mengalir indah di sekujur tubuhku, bertelanjang kaki dan berjinjit menapaki tembok hangat lantai semen yang mulai mengelupas ini.

Last dance yang dibawakan merdu oleh Rhye mengalun indah dibenakku, menggiringku mengikuti gairah yang kurasakan pagi ini, meliukkan badan, mengangkat kedua tangan dan merasakan summer breeze diatap sebuah bangunan dua lantai tua megah yang berdiri kokoh diatas tebing setinggi lebih dari 90 meter ini.

Air laut yang dangkal dan jernih, memantulkan sinar pagi memanggilku untuk dinikmati. Ku melompati tembok, merentangkan kedua tangan dan membiarkan tubuhku lepas melayang diantara angin. Menukik tajam menuju pantulan cahaya. Membiarkan seluruh badanku basah disapu air laut dan meneruskan tarianku bersama riak air jernih pagi ini"


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar